Penggunaan Metode Isyqan Dalam Pelaksanaan Bimbingan Perkawinan Di Kua Landasan Ulin

Authors

  • Muhammad Akbar Filayati Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
  • Ghaitsa Zahira Shofa Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
  • Muhammad Ahyad Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
  • Anfatzi M. Noor Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
  • Rabiatul Azzahra Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.62976/ijijel.v4i4.2073

Keywords:

Metode Isyqan, bimbingan perkawinan, Nadham

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan metode Isyqan, yaitu metode penyampaian materi keagamaan melalui syair dan nadham, dalam pelaksanaan bimbingan perkawinan calon pengantin di Kantor Urusan Agama Kecamatan Landasan Ulin, serta menganalisis tinjauan hukum Islam terhadap penggunaan metode tersebut sebagai sarana penyampaian materi bimbingan perkawinan. Metode ini dipilih sebagai objek kajian karena merepresentasikan inovasi lokal yang belum banyak disentuh penelitian terdahulu, mengingat kajian mengenai bimbingan perkawinan selama ini lebih banyak berfokus pada evaluasi program secara umum ketimbang strategi penyampaian materi secara spesifik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berjenis field research dengan lima informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling, meliputi penyuluh agama pencetus metode, kepala KUA, staf pengadministrasian, dan dua orang calon pengantin perempuan dari pasangan yang berbeda yang mengikuti bimbingan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber, sedangkan tinjauan hukum Islam dilakukan secara normatif dengan merujuk pada dalil Al-Qur’an, hadis, dan kaidah fikih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Isyqan digunakan dengan melibatkan calon pengantin secara aktif melalui pelantunan syair bernada, sehingga menciptakan suasana bimbingan yang lebih partisipatif dan mudah diingat. Menurut tinjauan hukum Islam, penggunaannya pada dasarnya dibolehkan sebagai sarana (wasilah) penyampaian ilmu, dengan syarat isi syair sesuai ketentuan fikih, pelaksanaannya tidak disertai hal yang dilarang syariat, serta didukung pembimbing yang kompeten dan pengulangan materi yang berkelanjutan. Temuan ini memberikan kontribusi keilmuan baru bagi pengembangan metode kreatif dalam bimbingan perkawinan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan generasi masa kini.

Downloads

Published

31-10-2026

How to Cite

Filayati, M. A., Shofa, G. Z., Ahyad, M., M. Noor, A., & Azzahra, R. (2026). Penggunaan Metode Isyqan Dalam Pelaksanaan Bimbingan Perkawinan Di Kua Landasan Ulin. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 4(4), 3456–3474. https://doi.org/10.62976/ijijel.v4i4.2073

Issue

Section

Articles