Nikah Online Dalam Perspektif Ulama Fikih

Authors

  • M. Furqan Nazwa Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
  • Mahdiannor Mahdiannor Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.62976/ijijel.v4i2.1947

Keywords:

Nikah Online, Kesatuan Majelis Akad (Ittihad al-Majlis), Majelis Akad (Majlis al-Aqd), Perwakilan dalam Nikah (Al-Tawkil fi al-Nikah)

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan manusia secara signifikan, termasuk dalam praktik pernikahan. Nikah online merupakan fenomena kontemporer di mana akad nikah diselenggarakan melalui platform komunikasi digital seperti panggilan video. Penelitian ini mengkaji perspektif hukum para ulama fikih mengenai nikah online dengan memusatkan perhatian pada tiga persoalan krusial: (1) kesatuan majelis akad (ittihad al-majlis), (2) sesi pelaksanaan akad nikah (majlis al-aqd), dan (3) perwakilan dalam pernikahan (al-tawkil fi al-nikah). Dengan menggunakan metode penelitian kajian pustaka melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menelaah teks-teks fikih klasik (kitab kuning) dan pendapat hukum kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama klasik mensyaratkan kesatuan majelis secara fisik sebagai syarat fundamental. Namun, ulama kontemporer khususnya Majma' al-Fiqh al-Islami membolehkan penggunaan teknologi dengan syarat-syarat tertentu. Dalam konteks hukum Indonesia, nikah online menimbulkan pertanyaan seputar kepastian hukum dan persyaratan pencatatan.

Downloads

Published

18-06-2026

How to Cite

Nazwa, M. F., & Mahdiannor, M. (2026). Nikah Online Dalam Perspektif Ulama Fikih. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 4(2), 2771–2780. https://doi.org/10.62976/ijijel.v4i2.1947

Issue

Section

Articles