Modal Utama Keberhasilan Santri-Santri Dalam Memahami Shalat Jamak Dan Qashar Di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Ganjaran Gondanglegi Malang

Authors

  • Yazidul Busthomi Universitas Al-Qolam Malang

DOI:

https://doi.org/10.62976/ierj.v4i2.1997

Keywords:

Faktor utama, Santri-santri, Shalat jamak, qashar

Abstract

Keberadaan pondok pesantren meskipun sebagai lembaga pendidikan non formal keagamaan di Indonesia telah diakui oleh negara. Pengakuan tersebut tidaklah berlebihan dan memang sudah selayaknya, karena pondok pesantren secara historis merupakan lembaga tertua di Indonesia. Menurut syara’ berarti menunaikan perintah Allah swt dalam kehidupan sehari-hari dengan melaksankan tanggung jawab sebagai hamba Allah. Islam adalah agama yang rahmah, di waktu dan keadaan tertentu Islam memberikan berbagai keringanan (rukhsah) bagi pemeluknya. Di antaranya, ketika dalam keadaan perjalanan (safar), Islam memberikan dua kemurahan demi kemudahan melaksanakan shalat baginya, yaitu jamak dan qashar. Shalat jamak adalah menggabungkan dua shalat fardhu dalam satu waktu (misalnya Zhuhur & Ashar, atau Maghrib & Isya). Shalat qashar adalah meringkas shalat 4 rakaat (Zhuhur, Ashar, Isya) menjadi 2 rakaat. Kedua keringanan (rukhsah) ini diberikan Allah SWT untuk memudahkan umat Islam, akan tetapi masih ada persyaratan-persyaratan tertentu. Modal utama keberhasilan santri-santri dalam memahami shalat jamak dan qashar di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 yaitu sebagai berikut: 1. Santri-santri tingkat kecerdasannya tinggi,  2. Santri-santri mempunyai motivasi dalam belajar, 3. Santri-santri berminat dalam belajar, 4. Santri-santri selalu sehat, 5. Santri-santri bersikap yang baik.

References

Abdul Rohman Shaleh dan Muhbib Abdul Wahab (2004). Psikologi Suatu Pengantar dalam Perspektif Islam, cetakan I Jakarta: Prenada Media.

Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam, cetakan XI (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014).

Bisri Mustopa, Pedoman Menulis Proposal Penelitian skripsi dan Tesis, cetakan I (Yogyakarta: Panji Pustaka, 2009).

Burhan Bungin, Analisis Data Penelitian Kualitatif, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2003).

Ismail, Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM, cetakan IV (Semarang: Rasail Media Group, 2009).

Lexy J Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, cetakan XIV (Bandung: PT Remaja rosdakarya, 2001).

M. Sulthon Masyhud dan Moh. Khusnurdilo, Manajemen Pondok Pesantren, (Jakarta: Diva Pustaka, 2013).

Muhibbin Syah (2008). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, cetakan XIV. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, cetakan XIII (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006).

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan cetakan VII (Bandung: CV. Alfabeta, 2009).

Syamsul A’dlom (2019). Sepuluh Modal Keberhasilan Siswa dalam Memahami Materi Pembelajran. Kediri: IAIFA.

Yazidul Busthomi, Kiai Sebagai Pemimpin di Pondok Pesantren, (Jurnal Studi Pesantren, Volume 3, Nomor 2, Juli 2023; e-ISSN: 2775-7552).

Zuhairini., Filsafat Pendidikan Islam, cetakan II (Jakarta: Bumi Aksara, 1995).

Downloads

Published

04-07-2026

How to Cite

Busthomi, Y. (2026). Modal Utama Keberhasilan Santri-Santri Dalam Memahami Shalat Jamak Dan Qashar Di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Ganjaran Gondanglegi Malang. Interdisciplinary Explorations in Research Journal, 4(2), 574–586. https://doi.org/10.62976/ierj.v4i2.1997

Issue

Section

Articles