Interdisciplinary Explorations in Research Journal https://shariajournal.com/index.php/IERJ <table width="100%" bgcolor="#f0f0f0"> <tbody> <tr> <td width="20%">Journal title</td> <td width="80%"><strong>Interdisciplinary Explorations in Research Journal (IERJ)</strong></td> </tr> <tr> <td width="20%">e-Mail</td> <td width="80%">shariajournaledu@gmail.com</td> </tr> <tr> <td width="20%">Editor in Chief</td> <td width="80%"><a>Laheva Lahea </a>(Scopus ID: 57215653628)</td> </tr> <tr> <td width="20%">Frequency</td> <td width="80%"><strong> 3 issues per year (Apr, Aug and Dec)</strong></td> </tr> <tr> <td width="20%">Receiving articles</td> <td width="80%"><strong>The Fields of Research and Community Service (bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat)</strong></td> </tr> <tr> <td width="20%">ISSN</td> <td width="80%"><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20231207512184724">3032-1069</a> (print) | <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20231207512184724">3032-1069</a> (online) </td> </tr> <tr> <td width="20%">Publisher</td> <td width="80%"> <p><strong style="background-color: #ffffff; font-size: 0.875rem;"> PT. Sharia Journal and Education Center</strong></p> </td> </tr> <tr> <td width="20%">Citation Analysis</td> <td width="80%">Sinta | Google Scholar |Citedness in Scopus | DOAJ </td> </tr> </tbody> </table> <p> </p> <p>The "Interdisciplinary Explorations in Research Journal" (IERJ) serves as a distinguished platform for scholars and researchers worldwide to present their cutting-edge work across diverse disciplines. This multidisciplinary journal is dedicated to fostering exploration and innovation in various fields, providing a space for the exchange of ideas, methodologies, and findings.</p> <p>IERJ publishes original research articles, reviews, and scholarly contributions that contribute significantly to the advancement of knowledge and understanding. The scope of the journal encompasses a wide array of disciplines, reflecting the interconnected nature of contemporary research. From the realms of science and technology to humanities, social sciences, and beyond, IERJ welcomes contributions that transcend traditional boundaries and encourage collaboration between different academic domains.</p> <p>Receiving articles in the fields of research and community service, IERJ is committed to advancing research that not only contributes to theoretical knowledge but also has a tangible impact on society. The accepted articles encompass various innovative approaches and methodologies, providing new insights and practical solutions to the challenges faced by the global community.</p> <p>The journal aims to promote intellectual discourse, stimulate academic curiosity, and inspire cross-disciplinary investigations. By embracing a global perspective, IERJ strives to showcase the richness of research endeavors from various cultural, geographical, and theoretical perspectives. Rigorous peer-review ensures the high quality and credibility of published work, making IERJ a valuable resource for scholars, practitioners, and enthusiasts alike who seek to explore the frontiers of knowledge and contribute to the global academic dialogue.</p> <p> </p> <p><a href="https://journals.indexcopernicus.com/search/journal/issue?issueId=all&amp;journalId=131372"><img src="https://shariajournal.com/public/site/images/admin/logo.png" alt="" width="626" height="144" /></a></p> <p>-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------</p> <p>"Interdisciplinary Explorations in Research Journal" (IERJ) berfungsi sebagai platform terkemuka bagi para akademisi dan peneliti di seluruh dunia untuk mempresentasikan karya terbaru mereka di berbagai disiplin ilmu. Jurnal multidisiplin ini didedikasikan untuk mendorong eksplorasi dan inovasi di berbagai bidang, menyediakan ruang untuk pertukaran ide, metodologi, dan temuan.</p> <p>IERJ menerbitkan artikel penelitian asli, ulasan, dan kontribusi ilmiah yang memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan pengetahuan dan pemahaman. Cakupan jurnal ini mencakup beragam disiplin ilmu, mencerminkan sifat saling keterkaitan penelitian kontemporer. Dari bidang ilmu pengetahuan dan teknologi hingga humaniora, ilmu sosial, dan lainnya, IERJ menerima kontribusi yang melampaui batasan tradisional dan mendorong kolaborasi antara berbagai domain akademik.</p> <p>Menerima artikel dalam <strong>bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat</strong>, IERJ berkomitmen untuk memajukan penelitian yang tidak hanya berkontribusi pada pengetahuan teoretis tetapi juga memberikan dampak nyata pada masyarakat. Artikel yang diterima mencakup berbagai pendekatan dan metodologi yang inovatif, memberikan wawasan baru dan solusi praktis terhadap tantangan yang dihadapi oleh masyarakat global.</p> <p>Jurnal ini bertujuan untuk mempromosikan diskursus intelektual, merangsang rasa ingin tahu akademik, dan menginspirasi investigasi lintas disiplin. Dengan mengadopsi perspektif global, IERJ berupaya untuk menampilkan kekayaan upaya penelitian dari berbagai perspektif budaya, geografis, dan teoretis. Proses peninjauan sejawat yang ketat memastikan kualitas tinggi dan kredibilitas karya yang diterbitkan, menjadikan IERJ sebagai sumber berharga bagi akademisi, praktisi, dan penggemar yang ingin menjelajahi batas pengetahuan dan berkontribusi pada dialog akademik global.</p> en-US Anwar.hafidzi@uin-antasari.ac.id (Anwar Hafidzi) shariajournaledu@gmail.com (Rusmaulina Putri) Tue, 16 Jun 2026 23:50:04 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Ilmu Munasabah Sebagai Sumber Penafsiran https://shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/1927 <table> <tbody> <tr> <td> <p>Salah satu cabang ilmu Alquran yang penting adalah ilmu munasabah.&nbsp; llmu ini &nbsp;digunakan dalam&nbsp; tafsir bir&nbsp; ra ’yi penafsiran dengan rasio (akal).&nbsp; Ilmu Munasabah sendiri ada tujuh macam: satu:&nbsp;&nbsp; Munasabah antar jumlah (kalimat) dalam satu ayat ; Dua Munasabah antar ayat ; tiga, Munasabah antar surat; empat Munasabah antar akhir surat dengan awal surat berikutnya ; lima Munasabah antara pembuka dan penutup suatu surat; enam Munasabah antara nama surat dengan tujuan turunnya;tujuh Munasabah antara permulaan dan akhir ayat (Munasabah antara mabda’ dan fashilat). Karena sulitnya ilmu munasabah ini ulama (ahli tafsir) berbeda pendapat&nbsp; mengenai menggunakan ilmu ini sebagai sumber penafsiran, epistemologi mendapatkan ilmu munasabah(1) melihat tema sentral dari surah-surah, (2) Mencari premis-premis yang diperlukan untuk mendukung tema sentral yang diperlukan. (3) Mengadakan pengelompokkan terhadap premis-premis. (4) melihat&nbsp; pernyataan-pernyataan yang saling mendukung antara yang satu dan lainnya</p> </td> </tr> </tbody> </table> Ruslan Ruslan Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/1927 Mon, 15 Jun 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Sistem Keuangan Digital, Literasi Keuangan, Dan Akses Permodalan Terhadap Kinerja Keuangan Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah Di Kalimantan Selatan https://shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/1932 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem keuangan digital, literasi keuangan, dan akses permodalan terhadap kinerja keuangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei terhadap 136 responden UMKM yang dipilih melalui stratified random sampling dari tiga wilayah utama Kalimantan Selatan. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan software SmartPLS v4.0. Evaluasi model pengukuran menunjukkan seluruh indikator memenuhi kriteria outer loading &gt; 0,70, AVE &gt; 0,50, Composite Reliability &gt; 0,70, dan HTMT &lt; 0,90. Hasil pengujian model struktural melalui bootstrapping (5.000 subsampel) menunjukkan bahwa: (1) sistem keuangan digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM (β=0,412; T=4,872; p&lt;0,01); (2) literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan (β=0,318; T=3,614; p&lt;0,01); (3) akses permodalan berpengaruh positif dan signifikan (β=0,276; T=3,187; p&lt;0,01); dan (4) ketiga variabel mampu menjelaskan 69,8% variasi kinerja keuangan UMKM (R²=0,698; Q²=0,387). Temuan ini mengimplikasikan perlunya kebijakan terpadu yang mengintegrasikan literasi digital keuangan dengan program pembiayaan inklusif untuk mendorong ketahanan ekonomi UMKM di Kalimantan Selatan.</p> Muhammad Rizalun Nashoha, Tesdiq Prigel Kaloka, Hamrani Hamrani Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/1932 Sat, 20 Jun 2026 00:00:00 +0000 Digital Piety: Reorienting Habl Min An-Nas Within The Social Media Ecosystem In The Era Of The Industrial Revolution 5.0 https://shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/1934 <p>Memasuki era Revolusi Industri 5.0, kemajuan teknologi digital telah secara dinamis merestrukturisasi pola interaksi sosial dan praktik keagamaan masyarakat modern. Munculnya fenomena spiritualitas ujung jari (<em>fingertip spirituality</em>) menandai pergeseran otoritas keagamaan dari ruang fisik tradisional menuju ekosistem digital yang bersifat instan dan <em>on-demand</em>. Namun, keterbukaan arus informasi ini juga memicu tantangan etika virtual berupa penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan perundungan siber yang mengancam harmoni sosial. Kajian ini bertujuan untuk merumuskan konsep Kesalehan Digital sebagai bentuk reorientasi teoretis terhadap makna <em>habl min An-Nas</em> (hubungan antarmanusia) dalam ekosistem media sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (<em>library research</em>) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif yang menggunakan teknik analisis isi (<em>content analysis</em>) terhadap literatur fundamental kesalehan sosial dan dokumen riset kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesalehan digital adalah manifestasi iman yang kokoh, di mana ketaatan ritual (<em>habl min Allah</em>) menyatu dengan tanggung jawab moral di ruang publik virtual. Implementasi prinsip <em>tabayyun</em> (verifikasi informasi) berdasarkan QS. Al-Hujurat ayat 6 dan internalisasi adab bermedia menjadi parameter utama dalam menjaga integritas informasi serta stabilitas sosial. Fenomena ini melahirkan identitas "Digital Santri" yang mampu melakukan negosiasi iman secara bijak antara otoritas tradisional dan otoritas virtual. Kajian ini merekomendasikan pentingnya integrasi literasi digital religius dalam kurikulum pendidikan sebagai instrumen preventif guna mewujudkan masyarakat virtual yang beradab di era Masyarakat 5.0.</p> Fahriah Fahriah, Fahmi Hamdi, Salamah Salamah, Hamrani Hamrani Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/1934 Wed, 17 Jun 2026 00:00:00 +0000 The Integration of the Iqra Paradigm and the Value of Tabayyun: Strengthening Character-Based Digital Literacy to Counter Misinformation on Social Media https://shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/1945 <p><em>The massive spread of hoaxes and disinformation on social media in the digital age poses serious challenges to literacy, communication ethics, and religious authority. Conventional models of digital literacy are considered inadequate because they focus more on technical aspects and pay less attention to character development and spiritual values. This study aims to reconstruct the Iqra paradigm and the value of Tabayyun as a model of Islamic digital literacy to address disinformation in cyberspace. The study employs a qualitative approach using library research. The primary data sources are drawn from the Qur’an, specifically Surah Al-‘Alaq, verses 1–5, and Surah Al-Hujurat, verse 6, as well as various exegetical works and studies on digital literacy. Data analysis was conducted using a thematic exegesis (tafsir maudhu’i) approach and thematic analysis. The results indicate that the Iqra’ paradigm serves as the foundation for critical thinking in understanding and analyzing information, while Tabayyun functions as a verification mechanism through the validation of sources (sanad), content accuracy (dhabt), and consideration of social impact (maslahah). The integration of these two concepts forms a character-based digital literacy model that emphasizes the values of shidq, amanah, adl, and iffah in digital behavior. This study recommends strengthening digital literacy in Islamic Religious Education through curriculum reorientation, enhancing teachers’ digital competencies, and building an ethical and responsible digital ecosystem<strong>.</strong></em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> Fahriah Fahriah, Hidayat Ma'ruf, Husul Yaqin, Hamdan Hamdan, Hamrani Hamrani Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/1945 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0000 Pinjam Nama Dalam Pinjaman Online Menurut Hukum Ekonomi Syariah https://shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/1951 <p>Praktik pinjam nama dalam pinjaman merupakan fenomena yang masih banyak ditemukan dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Pinjam nama terjadi ketika seseorang menggunakan identitas pihak lain untuk memperoleh pinjaman, sedangkan pihak yang sebenarnya menerima dan menggunakan dana pinjaman adalah orang yang berbeda. Praktik ini umumnya dilakukan karena adanya keterbatasan persyaratan administratif, riwayat kredit yang kurang baik, atau untuk memperoleh kemudahan dalam mendapatkan pinjaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik pinjam nama dalam pinjaman, mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya praktik tersebut, serta menganalisisnya berdasarkan perspektif hukum ekonomi syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan pendekatan perundang-undangan melalui analisis terhadap prinsip-prinsip syariah, kaidah fikih muamalah, serta literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pinjam nama mengandung unsur ketidakjelasan subjek hukum, potensi penyalahgunaan kepercayaan, serta dapat menimbulkan gharar dan tadlis yang berakibat pada ketidakpastian hak dan kewajiban para pihak. Dalam hukum ekonomi syariah, setiap akad harus dilandasi prinsip kejujuran, amanah, keterbukaan, dan tanggung jawab. Oleh karena itu, praktik pinjam nama tidak sejalan dengan prinsip-prinsip syariah apabila dilakukan untuk menyembunyikan identitas pihak yang sebenarnya, mengaburkan tanggung jawab hukum, atau menimbulkan kerugian bagi salah satu pihak.</p> Najwa Navera Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/1951 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0000 Hukum dan Kebijakan Publik dalam Ketertiban Umum: Analisis Normatif, Empiris, dan Implikasi Kebijakan di Indonesia https://shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/1961 <p><em>Public order is a fundamental prerequisite in a democratic rule-of-law state. In Indonesia, law and public policy play complementary roles in maintaining social stability and protecting citizens’ rights. This study aims to analyze the relationship between law and public policy in ensuring public order and to evaluate implementation challenges. This research employs a normative juridical method combined with conceptual and statutory approaches, supported by limited empirical observations. The findings indicate that the effectiveness of public order depends on the integration of strong legal norms and adaptive, participatory public policies. Weak institutional coordination and inconsistent law enforcement remain major obstacles.</em></p> <p>&nbsp;</p> Syahri Ramdhani, Holijah Holijah Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/1961 Fri, 19 Jun 2026 00:00:00 +0000 Penerapan Big Data dan Kecerdasan Buatan Untuk Keberlanjutan Bisnis: Systematic Literature Review https://shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/1966 <p><em>This study seeks to gather information on how big data analytics (BDA) and artificial intelligence (AI) are being applied to support business continuity, including their impact on ESG performance, factors that facilitate and hinder adoption, and modifications to how businesses operate. Using a structured literature review (SLR) in accordance with PRISMA 2020 guidelines, this study examines 40 articles from Scopus, Web of Science, IEEE Xplore, and Google Scholar (2021–2026) through a framework that combines the theories of Triple Bottom Line, Resource-Based View, Dynamic Capabilities, Stakeholders, and TOE. The study results show that AI and BDA contribute to environmental aspects (energy efficiency, pollution and waste minimization), social (safe workplaces, flagging human rights issues), and governance (transparency in ESG reporting and fraud detection). These technologies also facilitate a shift to repeatable business patterns and environmentally friendly supply chains. Key factors driving adoption include leadership commitment, digital expertise, investor pressure, and regulatory compliance. Key barriers include high costs, a lack of expertise, and the complexity of integrating systems. This research produces a combined conceptual framework linking AI/BDA adoption to business sustainability, enhancing theoretical insights through a combination of five theories and providing practical guidance for managers and decision-makers.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p>&nbsp;</p> Rahmadhani Aldi, Muh. Faiq Farhan Najiya, Persada Abdi Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/1966 Sun, 21 Jun 2026 00:00:00 +0000